Cibalay: Langkah Kecil, Pertemuan yang Berkesan 

Cibalay: Langkah Kecil, Pertemuan yang Berkesan 

Berawal dari rasa penasaran ingin bertemu dengan banyak monyet di kawasan hutan, tapi ternyata banyak hal unik lainnya yang aku dapatkan di tempat ini. 

Jujur, selama tinggal di Bogor, aku tidak pernah tahu kalau ada kawasan yang dihuni cukup banyak monyet. Selama ini, kupikir kalau ingin melihat monyet, aku harus pergi ke kebun binatang atau kawasan wisata tertentu, misalnya di Bali. 

🌿 Menuju Cibalay 

Seperti biasa, kami berangkat pagi sekitar pukul setengah delapan dan menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam dari arah Stasiun Bogor. Waktu tempuh ini tentu bergantung pada kondisi lalu lintas. Kebetulan, kemacetan yang kami temui saat itu masih dapat dikondisikan. 

Di kawasan yang semakin mendekati arah Cibalay, hawa sudah mulai sejuk, penduduk juga semakin jarang, dan banyak sekali pepohonan yang berada di  sekitarnya.

Kami sampai di penghujung jalan aspal, dan harus berjalan kaki untuk menuju ke arah basecamp, sekitar 20 menit perjalanan, tergantung pada kecepatan masing-masing orang. 

🌿 Pertemuan Pertama dengan Situs Cibalay 

Pemandangannya cukup memanjakan mata, karena diawali dengan melewati area pohon bambu, sawah-sawah yang cukup luas, bukit, dan juga memasuki area yang dipenuhi kehijauan. Voilà, gerbang Cibalay akhirnya terlihat di depan mata. 

Namun sebelum perjalanan berlanjut, kami diberikan penjelasan singkat terkait dengan kawasan tersebut karena sebelum memasuki gerbang kawasan Cibalay, ternyata sudah terdapat sebuah situs. 

Setelah mendapatkan penjelasan terkait situs pembuka, kami memulai perjalanan ke basecamp dengan anak tangga berbatu yang lumayan tinggi. Kondisinya cukup rapi dan masih aman, tetapi kami tetap harus waspada terhadap lumut yang dapat membuat pijakan menjadi licin. 

Hanya dengan sedikit tanjakan, kami akhirnya melihat langsung situs yang sangat besar dan luas, yang sering juga disebut sebagai Situs Arca Domas. Pemandangan di sekitarnya sangat sejuk dan ditemani oleh suara tonggeret yang cukup kencang, ditambah tiba-tiba ada seekor monyet yang berbadan agak besar berlari di sekitar pepohonan dan situs. Namun, setiap kali kami berusaha mendekat, monyet tersebut kembali menghindar. 

Aku cukup kagum dengan situs ini, karena belum pernah aku melihat situs berbentuk punden berundak peninggalan sejarah yang sangat besar seperti ini di tempat lain, selain candi-candi yang ada di area Jawa Tengah. Tentu saja, peninggalan tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan candi-candi di Jawa Tengah karena masing-masing berasal dari latar sejarah dan kebudayaan yang berbeda. 

Sambil masih menikmati suasana dan mendokumentasikan suasana sekitar, akhirnya basecamp mulai terlihat. Basecamp tersebut berbentuk seperti sebuah balai yang cukup luas dengan fasilitas yang lengkap.  Pemandangan dari basecamp pun cukup indah, karena menghadap langsung ke area situs, dan di kawasan inilah aku melihat salah satu situs punden berundak paling luas yang pernah kukunjungi di Bogor.

Setelah beristirahat sebentar dan mempersiapkan barang-barang, kami kembali mendengarkan penjelasan tentang sejarah Cibalay sebelum memulai trekking. 

Ternyata Situs Arca Domas menyimpan banyak cerita tentang sejarah kebudayaan Sunda. Suasana di sekitarnya terasa sejuk karena dipenuhi pepohonan berukuran besar. Area situs juga sangat bersih dan tertata rapi. Kawasan tersebut dijaga dengan ketat oleh pengurus serta dikelilingi pagar, bahkan beberapa bagian dikunci. Pengunjung hanya diperbolehkan melihat situs dari jarak yang telah ditentukan agar kelestariannya tetap terjaga. 

🌿 Menyusuri Hutan dan Jejak Masa Lalu 

Kami melanjutkan perjalanan dengan trekking singkat dan ternyata sudah ada beberapa situs lagi dengan ukuran yang lebih kecil.

Kami juga melewati situs yang berada di area kebun kopi, baunya sangat harum dan khas. Kali ini kami melanjutkan trekking tanpa berhenti di situs tersebut, tetapi aku tetap menyempatkan diri untuk mendokumentasikannya. 

Di sepanjang jalur trekking terdapat cukup banyak pohon bambu dan pepohonan berukuran besar yang membuat suasananya terasa semakin syahdu. Beberapa bagian jalur cukup berbatu dan agak tinggi sehingga kami harus berjalan dengan berhati-hati. Tidak perlu terburu-buru, cukup nikmati suasananya sambil mengatur napas, yah, hehe. 

Semakin tinggi jalur pendakian, cahaya ilahi mulai tampak, alias makin banyak sinar matahari, setelah tadi melewati area yang agak gelap dikarenakan pepohonan yang amat rimbun dan lebat, area pendakian juga sudah mulai berubah, batu berkurang dan berganti jalur tanah, meskipun tingkat kemiringan jalurnya belum banyak berubah. Intinya, jalur masih terus menanjak dan cukup jarang ditemukan area yang landai. 

Di beberapa area juga sudah terpampang papan penunjuk arah lokasi situs, yang sepertinya dibuat oleh mahasiswa KKN yang pernah mengabdi di Cibalay. Nanti juga akan ada beberapa lokasi yang bercabang, sehingga papan penunjuk ini sangat membantu juga untuk para pendaki agar tidak mudah tersesat.

🌿 Hal-Hal Kecil yang Ditemukan di Perjalanan 

Aku memilih berada di tim paling belakang bersama dengan tiga ibu-ibu dan satu teman yang sama-sama menyukai dokumentasi, ditambah satu pemandu dari  tim Cibalay.

Di saat kami berhenti di satu area yang agak landai untuk beristirahat, ada salah satu teman yang kejatuhan binatang yang agak unik yah, tepat di bagian hijabnya, karena pergerakannya seperti mau senam, ternyata kata Mang Azis, itu adalah ulat jengkal, yang mungkin jatuh dari salah satu pepohonan yang ada di atas.

Semakin ke atas, pepohonan yang kami temui terasa semakin rimbun. Kami sempat juga mengalami fenomena angin yang cukup kencang, sehingga menimbulkan suara yang cukup unik, antara seram, kagum, dan segar karena angin semilir bercampur menjadi satu. Kami pun tidak lupa merekam kejadian unik ini agar tetap menjadi kenangan. 

Setelah menempuh sekitar 1,5 jam trekking, akhirnya kami sampai juga di batas situs yang boleh kami kunjungi, dan sama seperti situs yang ada di area bawah, situs ini juga berada di dalam area pagar, supaya dapat terjaga dan bisa menjadi warisan buat anak cucu kelak yah.

Setelah mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam terkait dengan situs di Cibalay ini, dan beristirahat sebentar, kami akhirnya bersiap untuk kembali ke basecamp karena perut sudah mulai bernyanyi dalam irama yang cukup stabil, alias berbunyi makin sering 🙂

🌿 Kembali ke Basecamp

Perjalanan turun terasa sangat singkat karena tidak sampai sejam, dan banyak hal menarik yang tidak aku temukan pada saat perjalanan naik tadi, yang sayang kalau dilewatkan, salah satunya kupu-kupu dengan beraneka warna, namun tidak sempat untuk didokumentasikan karena sudah terbang terlalu cepat saat hendak diabadikan.

Selain itu, terdapat beberapa percabangan jalan yang perlu diwaspadai. Salah mengambil jalur dapat membuat perjalanan menuju basecamp menjadi semakin jauh atau bahkan menyebabkan pendaki tersesat ke bagian hutan yang lain.

Setelah sampai di basecamp, aku langsung mengisi daya ponsel karena baterainya hampir habis. Aku juga tidak lupa mengambil dokumentasi beberapa majikan di sana yang super ramah. Walaupun begitu, secara naluri tetap saja setiap melihat makanan mereka langsung ingin mengambilnya, hehe. 

🌿 Yang Kubawa Pulang dari Perjalanan Ini

Awalnya, rasa penasaran untuk melihat monyet secara langsung menjadi salah satu alasan yang membawaku ke Cibalay. Namun, perjalanan ini ternyata mempertemukanku dengan jauh lebih banyak hal daripada yang kubayangkan.

Aku menemukan situs-situs yang sebelumnya tidak pernah kuketahui keberadaannya, padahal lokasinya masih berada di kawasan Bogor. Di sepanjang perjalanan, ada pula pertemuan-pertemuan kecil yang membuat langkah terasa lebih berkesan: seekor monyet yang berlari di antara pepohonan, ulat jengkal yang bergerak seolah sedang senam, suara angin yang melewati hutan, beberapa jamur yang tumbuh di antara batang pohon, serta para “majikan” yang menyambut kami ketika kembali ke basecamp.

Perjalanan ke Cibalay mengingatkanku bahwa tempat yang terlihat tenang dapat menyimpan banyak cerita. Tidak semuanya harus ditemukan melalui perjalanan yang jauh—terkadang kita hanya perlu berjalan sedikit lebih dalam, memperhatikan hal-hal kecil di sekitar, dan memberi diri sendiri waktu untuk benar-benar melihatnya.

🌿 Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum ke Cibalay

Berdasarkan perjalanan kali ini, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum trekking ke Cibalay:

  • Lakukan olahraga ringan beberapa hari sebelumnya karena sebagian besar jalur trekking terus menanjak dan hanya memiliki sedikit area landai.
  • Gunakan sepatu trekking dengan sol yang tidak licin karena beberapa bagian jalur berupa tanah, bebatuan, serta anak tangga yang dapat menjadi licin ketika berlumut atau setelah terkena hujan.
  • Bawa trekking pole apabila membutuhkan bantuan untuk menjaga keseimbangan, terutama saat melewati jalur berbatu dan perjalanan turun.
  • Siapkan jas hujan atau ponco karena cuaca di kawasan pegunungan dapat berubah dengan cepat.
  • Bawa air minum, camilan, dan obat-obatan pribadi secukupnya.
  • Gunakan losion antiserangga apabila diperlukan karena jalurnya melewati kawasan hutan dengan pepohonan yang cukup rimbun.
  • Pastikan baterai ponsel terisi penuh dan bawa powerbank apabila ingin banyak mendokumentasikan perjalanan. 
  • Sebaiknya lakukan perjalanan bersama pemandu yang memahami jalur serta kawasan situs.
  • Jangan menginjak, menyentuh, memindahkan, atau merusak susunan batu yang berada di kawasan situs.
  • Tetap jaga kebersihan dan bawa kembali seluruh sampah pribadi.
  • Hormati situs-situs yang dikunjungi serta ikuti arahan pengurus selama berada di kawasan Cibalay.
  • Jangan memberi makan monyet atau satwa liar lainnya karena dapat mengubah kebiasaan alami mereka dan membuatnya bergantung pada manusia.
  • Simpan makanan dengan aman di dalam tas dan jangan memperlihatkannya ketika ada monyet di sekitar jalur.
  • Jangan mendekati, mengejar, menyentuh, atau mengganggu monyet meskipun ingin mengambil foto dari jarak dekat.
  • Ambil foto atau video dari jarak aman tanpa menggunakan lampu kilat.
  • Tetap tenang apabila monyet mendekat dan ikuti arahan pemandu.

Meski jalurnya didominasi tanjakan, perjalanan akan terasa lebih aman dan menyenangkan apabila dilakukan dengan persiapan yang baik, menjaga jarak dari satwa liar, serta tetap menghormati situs-situs yang dijumpai sepanjang perjalanan. 

🌿 Sebelum Langkah Ini Berakhir…

Melangkah perlahan di antara pepohonan,
Menemukan jejak masa lalu dalam perjalanan.
Datang karena satu rasa penasaran,
Pulang membawa banyak pertemuan. 💜🌿

🎁 Bawa Pulang Cerita dari Cibalay

Perjalanan boleh selesai, tetapi ceritanya masih bisa dibawa pulang.
Download sticker Cibalay gratis dari Leomauve untuk koleksi pribadimu. 💜